JAKARTA : Otoritas pasar berjangka diketahui merintis kembali skema transaksi perdagangan berjangka lewat akun mini, yang populer disebut dengan mini account, setelah dicabut pada 2006.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) menunjuk PT Askap Futures menjalankan proyek perintisan akun mini tersebut tahun ini, melalui dua surat keputusan yang diterbitkan tahun ini.

Pertama, SK Penerimaan Nasabah Secara Online No.99/BAPPEBTI/Per/11/2012; kedua, SK Penetapan Askap Futures sebagai 1 Pilot Project Penerimaan Nasabah Secara Online dan Dalam Lot Kecil Nomor : 03/BAPPEBTI/KEP-BPK/12/2012. Menurut surat resmi manajemen Askap Futures kepada nasabah, perusahaan pialang berjangka tersebut mengantongi kedua surat tersebut sebagai dasar dikeluarkannya akun mini. Manajemen Askap menyampaikan pengumuman,” Tidak seperti mini account dari broker asing yang illegal menurut hukum di Indonesia dan tidak memberikan rasa aman, mini account Askap Futures legal atas izin BAPPEBTI. Berdasarkan dua surat tersebut keputusan itulah, Askap menyediakan investasi berjangka berupa online trading untuk foreign exchange, Futures Stodex (Stock dan Index) dan Gold dalam akun mini atau lot kecil.



Ø Mini account dilarang pada 2006 karena tingginya aduan nasabah.

Ø Prinsip kenali nasabah (KYC) menjadi faktor penting.

Ø Askap Futures menjadi perusahaan perintisan tahun ini.



Mini account adalah transaksi yang menetapkan nilai kontrak satuan sebesar 10.000 dari mata uang utama (base currency). Dengan minimal lot 0,01 trader akan terbantu untuk memahami situasi pasar secara riil,tetapi dengan risiko terkendali. Misalnya, mini account ukuran 1 lot senilai US$10.000 hanya perlu modal US$100 dengan nilai per pips (satuan terkecil foreign exchange/forex) US$1. Fasilitas ini umumnya disediakan oleh pialang (broker) untuk membantu para trader yang menjadi kliennya mengambil transaksi dengan biaya lebih rasional, guna membatasi nilai kerugian yang besar.

Pasal 4 ayat 1 pada SK No.99 menyebutkan pilot project dalam rangka pelaksanaan penerimaan nasabah secara elektronik online dilaksanakan untuk jangka waktu 1 tahun sejak peraturan ini diundangkan. Pengumuman tersebut otomatis menganulir kebijakan BAPPEBTI yang ada pada 7 Desember 2006 menarik kembali persetujuan terhadap pelaksanaan perdagangan 16 kontrak mini yang diberikan melalui SK BAPPEBTI No.36/BAPPEBTI/III/2005 tertanggal 28 Maret 2005. Alasannya regulator saat itu adalah karena banyaknya pengaduan nasabah terhadap pelaksanaan perdagangan kontrak yang diperdagangkan lewat skema Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), terutama terhadap kontrak-kontrak dengan lot kecil (kontrak mini).

BAPPEBTI –yang kala itu dibawah komando Titi Hendrawati dalam surat edarannya menyatakan bahwa penarikan kembali keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi terhadap kasus-kasus yang masuk ke regulator. Dalam pengumuman 7 tahun silam tersebut dikatakan, “ Kontrak berjangka yang diperdagangkan melalui skema SPA hanya diperuntukkan bagi profesional investor.”

Salah satu poin yang menjadi perhatian otoritas bursa berjangka terkait dengan layanan transaksi berjangka secara online lewat mini account saat itu terkait dengan penegakan prinsip mengenali nasabah (know your customer).

Sumber.
Bisnis Indonesia Kamis, 20 Desember 2012.

One Response so far.

  1. Shin Yuki says:

    Walaupun begitu saya tetap untuk memilih trading dengan menggunakan broker luar. karena banyaknya kemudahan yang bisa kita dapatkan dengan trading di broker luar. Apalagi untuk trader recehan pastinya akan lebih menguntungkan dengan trading di broker luar. Dengan modal kecil bahkan tanpa modal kita sudah bisa trading. Seperti di octafx dimana kita bisa trading dengan modal gratis $8

Leave a Reply